topbella

Kamis, 10 Desember 2015

LPDP - Will I Make It?? (Part II)

I just came back from work and opened my email. Finally, the day has come . . .
Email yang saya tunggu-tunggu hampir dua bulan, sampe juga. It was from LPDP. Dengan perasaan dag dig dug, saya akhirnya membuka email tersebut .... 









Badan saya yang tadinya lemas dan capek, akhirnya kembali mendapatkan energi pada saat membaca email ini. Alhamdulillah ya Allah . .  saya lolos beasiswa ini, dan akan melanjutkan kuliah S2 saya dinegeri orang. Tidak terasa ada butiran airmata yang mengalir dipipi saya. I called my best friend and told him to meet me. I want to share my happiness with the only person who was always there for me. Saya ingin berbagi berita gembira ini dengan ibu saya, tapi karena ibu dan bapak saya tinggal di pulau (Pasokan - tetangga dari pulau Togean), akhirnya saya putuskan untuk menelpon adik saya. She was very surprised to hear that. "Alhamdulillah Nyak, ini semua karena doa dari ibu juga" (Cerita tentang kuatnya doa orangtua nanti akan saya posting kedepannya inshAllah). 

Malam itu, saya tidak bisa tidur. Mungkin karena pengaruh rasa excited yang tidak hilang-hilang sejak jam 6 Malam. 

Finally, usaha dan penantian saya selama ini akhirnya membuahkan hasil yang bahkan tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. 

Karena saya tidak bisa tidur, jam 1 malam, saya memutuskan untuk membaca blog-blog penerima beasiswa LPDP yang telah mengikuti Persiapan Keberangkatan biar kedepannya saya lebih siap untuk ikut program ini. Program Persiapan Keberangkatan ini merupakan program dimana semua awardee LPDP dibina untuk menjadi pemimpin bangsa, untuk belajar bekerja dengan tim dan menjadi teladan untuk orang lain. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016. Penerima beasiswa yang telah lulus di tahap 4 ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang nantinya akan mengikut Persiapan Keberangkatan bersama-sama. 

Alhamdulillah untuk hari ini, one of the best days I have had. 

Terimakasih ya Allah . . . 
Terimakasih untuk Ibu dan Papa . . .
Thank you to my sister and my brother . . 
Thank you, bestie . . 

Kalau bukan karena support dan doa kalian, mungkin saya tidak akan mendapatkan beasiswa yang diidam-idamkan hampir semua scholarship hunters. 

I am grateful for what I have had so far . . 









Sabtu, 21 November 2015

LPDP - Interview, Leaderless Group Discussion & Essay on the Spot - Will I Make It?

Dear world, 

Hmm... 
Saya  baru sadar, ternyata saya punya janji yang belum terbayar untuk teman-teman yang pengen tau tentang beasiswa LPDP. 

Anyway, sebelumnya saya telah membahas di post sebelumnya mengenai bagaimana saya apply beasiswa tersebut. So, sekarang saya pengen share pengalaman interview, leaderless group discussion (LGD) dan essay on the spot. 

Setelah mendapatkan email yang berisi jadwal interview, LGD dan essay, akhirnya saya berangkat ke Jogja untuk mengikuti 3 tes tersebut. Saya berangkat 2 hari sebelum tes tersebut, tepatnya ditanggal 16 November 2015. Saya memilih berangkat dua hari sebelum jadwal tes wawancara karena saya ingin "settle down" ciee, seperti pindah negara aja, LOL. Anyway, dibandara saya dijemput mbak Nining dan diantar ke hotel Zodiak deket Malioboro. Sehari sebelum jadwal wawancara, saya dan dia mencoba mencari alamat tempat tes nanti, ide untuk pencarian ini datang dari dia, katanya untuk persiapan agar memudahkan saya pas hari H. Kita mencari tempat tersebut sebanyak dua kali pencarian, first, dengan mobil mbak Nining, and the second dengan motorbike yang dipinjamkan mbak Nining ke saya. And yeah he was right, pada hari H, saya tidak perlu kebingungan mencari alamat tempat LPDP melaksanakan tes tersebut. So, sedikit tip untuk untuk teman-teman, jika kalian punya jadwal ujian or wawancara, make sure kalian mengecek tempat ujian atau tempat wawancara tersebut sehari sebelum ujian, trust me, hal ini akan memudahkan kalian agar nantinya gak bakalan telat. 

Rabu, 04 November 2015

LPDP - Will I Make It ??? (Part I)

Dear World, 

Sebenarnya saya nggak yakin mau mulai nulis cerita ini darimana. Mungkin karena faktor terlalu banyak cerita yang ingin saya share dengan teman-teman semua. Tapi di postingan kali ini,  Saya pengen cerita tentang pengalaman saya untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Pendidikan), if you do not know about this scholarship, silahkan di google dulu ya. . . 

Kamis, 07 Mei 2015

Learn from Other People


Dear anak-anakku, 

I am writing this status to let you know that everything I write here is for you. I want you to learn from my experience. Today, I had an experience which teaches me something. You will never learn all these from your school or your text books. But I want you to learn from me, as your mother. 

As I told you before, I work at the 4 star hotel in Human Resources. The hotel management gives me chance to become a Manager on Duty (MOD) once a week to be responsible with the hotel's operation from 6 PM until 11 PM. The main job of MOD is to take care of everything, to be responsible with the operational;the service we give to the guest. The goal why the management  gives each manager a responsibility for MOD is to make sure that we give the best service to our guests. And every time each manager has an MOD schedule, they have to make a report or comments related with the hotel's operational. 

Last night, I was the MOD. There were few things which became my concerns which related with the service of our employees. I wrote this comments so all the managers and supervisors would read it and think about it. 

Here are the comments I sent through email to all the managers and supervisors as well as the General Manager. 

Selasa, 10 Februari 2015

Rabu, 03 Desember 2014

Those who Gossip with You Will Gossip about You!!!



Bonjour world, 

Apa kabar?

Today I want to share my feeling about one Gorontalo or may be Indonesian culture which still makes me annoyed. You know that now I live in Gorontalo, which is a part of Sulawesi. As my previous post, I mentioned that I took my bachelor degree in this city. Once I came back from studying hotel management in the US, I prefer to live and work here instead of Bali or other big cities. Since I live here, I have learnt many cultures and try to accept them as normal people would. But there is one culture which I cannot deal with; Gossiping. 

Kamis, 16 Oktober 2014

Cukuplah Tuhanmu dan Kamu yang Tau

Tulisan ini kupersembahkan untuk calon anak-anakku nanti ketika aku menikah dan dikaruniai anak-anak yang menjadi titipan Tuhan.


Dear anak-anakku,

Hari ini, ibu belajar satu hal . . 
Dan ibu ingin kalian juga belajar dari setiap pengalaman yang ibu dapatkan.

About Me

Foto Saya
Nurdahlia
Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
I like travelling, reading novels and watching movies.
Lihat profil lengkapku